Tuesday, January 4, 2011

Pasukan Pembela Orang Merana

Saat itu,
Saat fajar membelah langit.
Mata-mata lugu melihat lurus kedepan
Memahami gerak bibir dalam ucapan makna sang pendidik
Dalam sangkar kokoh dibawah merah putih
Penghuninya bak pasukan pembela negara
Siap menumpuk ilmu sampai setinggi menara
Yang kelak akan memperjuangkan hak orang-orang merana
Mereka adalah bocah-bocah beruntung
Berambut klimis, beralas sepatu. Duduk dikayu jati ,
Saksi bisu perjuangan mereka


Dua kilometer dari arah berlawanan,
Budak-budak derkulit kasar dan asin tenggelam dalam keringat hasil panas matahari
Mata sayup, mencari ilmu dengan keras, beralas rumput liar
Bersama ternak-ternak dan kandang kambing
Wajah lusuh  baju compang camping.
Mereka berusaha sendiri lebih keras
Memahami Ejaan Yang Disempurnakan
Dengan segala keterbatasan yang ada
Tak ada malu, tak ada rasa risih, tak ada putus asa.
Yang ada hanya semangat membara,
Yang sama . .
Ingin bersanding dengan bcah pembela orang merana









.alia.

1 comment:

  1. merana bukan akhir segalanya ya..
    dengan merana orang bisa semakin kuat
    tetapi tergantung bagaimana menyikapi keadaannya itu bnyak yang frustasi tapi ada yang makin maju

    ReplyDelete

Thaks For Your Comments