Unsur pertama dalam malam adalah gelap.
Dalam teori manapun kau cari, sejarah purbakala yang suram terkulai sampai zaman pertengkaran antara ketua mafia dan jaksa agungpun, malam adalah gelap. Kataku. Dan tak boleh satu orangpun menyangkalnya, disini.
Sebelum pagi datang menjelang, dan suara bising khas tetanggaku berdengung. Seorang teman berjalan dalam diam. Meludah dan mengguncangkan bahu ‘atlit’ ku. Meninggalkan air liurnya tepat di atas bibir putihku. Menjijikan.
Aku tak sadar, katanya.
LELUCON macam apa ini?
. . .
. . .
Aku melucuti kepekaanku atasnya. Mencabut kekuasaan atas diri ini
Aku kehilangan tujuan utama. Aku menghilang.
Menghilang dari putaran zaman Ke dalam cambuk kehampaan dan keheningan.
Aku tersudut.
Pada laut yang menyurut.
Aku berusaha keras,
Menyangga waktu-waktu yang mengkerut.
Membujuk penghidang maut untuk bertekuk lutut !!

No comments:
Post a Comment
Thaks For Your Comments