Tuesday, January 4, 2011

ADA MUSUH DALAM SANGKARKU

Ssssttt.... jangan bersuara. Engkau hanya boleh diam. Jangan mengeluarkan sepatah katapun. Apapun.
Jangan mengeluarkan suara. Suara apapun.
Musuhku tidak suka. Jangan bernafas didekatnya. Atau kau akan melihat bibir runcingnya yang menyakitkan itu .

Ini bukan cerita anak elang dalam mulut piton. Atau erangan manusia dalam perbudakan nafsu. Bukan sudut mati dari kematian. Bukan kisah tertindasnya si miskin dalam sinetron.
Ini adalah alunan suara-suara yang tak boleh kukeluarkan. Suara-suara abadi dari kitab ciptaan-Nya. Suara dari tangisan ibuku. Suara dari pedihnya kisah bapakku.

Aku hanya boleh bersuara dengan tuhan. Karena musuhku tak suka. Ia marah dan menggorogoti telingaku dengan bahasanya. Aku membelainya tapi ia menamparku. Aku memeluknya tapi ia meludahiku.
Lebih dari isyarat aku terluka.

Ku selimuti sangkarku dengan mantra Tuhan. Tapi ia punya senjata. KEBEBASAN!!. Aku dan ratu tegak berdiri di pinggir batas antara kami dengannya. Menunggunya mendengarkanku.
Karena aku sangat menyayangi musuhku.










.alia.




No comments:

Post a Comment

Thaks For Your Comments